Perencanaan Kota/Desa, Pertanian, Industri Kreatif, Hukum

Paguyuban Peduli Pembangunan Sumedang (P3S) Ngageroh Potensi Tatanen Buhun Kawung

Pohon enau atau kawung dalam bahasa sunda menghasilkan banyak hal, yang menjadikannya populer sebagai tanaman yang serbaguna, terutama sebagai penghasil gula.

Nira dan gula

Tongkol bunga jantan (kanan) dan yang disadap niranya (sebelah kiri)

Gula aren diperoleh dengan menyadap tandan bunga jantan yang mulai mekar dan menghamburkan serbuk sari yang berwarna kuning. Tandan ini mula-mula dimemarkan dengan memukul-mukulnya selama beberapa hari, hingga keluar cairan dari dalamnya. Tandan kemudian dipotong dan di ujungnya digantungkan tahang bambu untuk menampung cairan yang menetes.

Cairan manis yang diperoleh dinamai nira (alias legen atau saguer), berwarna jernih agak keruh. Nira ini tidak tahan lama, maka tahang yang telah berisi harus segera diambil untuk diolah niranya; biasanya sehari dua kali pengambilan, yakni pagi dan sore.

Setelah dikumpulkan,  nira segera dimasak hingga mengental dan menjadi gula cair. Selanjutnya, ke dalam gula cair ini dapat dibubuhkan bahan pengeras (misalnya campuran getah nangka dengan beberapa bahan lain) agar gula membeku dan dapat dicetak menjadi gula aren bongkahan (gula gandu). Atau, ke dalam gula cair ditambahkan bahan pemisah seperti minyak kelapa, agar terbentuk gula aren bubuk (kristal) yang disebut juga sebagai gula semut.

Di banyak daerah di Indonesia, nira juga biasa difermentasi menjadi semacam minuman beralkohol yang disebut tuak atau di daerah timur juga disebut saguer. Tuak ini diperoleh dengan membubuhkan satu atau beberapa macam kulit kayu atau akar-akaran (misalnya kulit kayu nirih (Xylocarpus) atau sejenis manggis hutan (Garcinia)) ke dalam nira dan membiarkannya satu sampai beberapa malam agar berproses. Bergantung pada ramuan yang ditambahkan, tuak yang dihasilkan dapat berasa sedikit manis, agak masam atau pahit.

Dengan membubuhkan bahan yang lain, atau dengan membiarkan begitu saja selama beberapa hari, nira dapat berfermentasi menjadi cuka. Cuka dari aren ini kini tidak lagi populer, terdesak oleh cuka buatan pabrik.

Nira mentah (segar) bersifat pencahar (laksativa), sehingga kerap digunakan sebagai obat urus-urus. Nira segar juga baik sebagai bahan campuran (pengembang) dalam pembuatan roti.
Kolang-kaling

Buah aren dan kolang-kaling

Buah aren/kawung (dinamai beluluk, caruluk bahasa sunda) memiliki 2 atau 3 butir inti biji (endosperma) yang berwarna putih tersalut batok tipis yang keras. Buah yang muda intinya masih lunak dan agak bening. Buah muda dibakar atau direbus untuk mengeluarkan intinya, dan kemudian inti-inti biji itu direndam dalam air kapur beberapa hari untuk menghilangkan getahnya yang gatal dan beracun. Cara lainnya, buah muda dikukus selama tiga jam dan setelah dikupas, inti bijinya dipukul gepeng dan kemudian direndam dalam air selama 10-20 hari. Inti biji yang telah diolah itu, diperdagangkan di pasar sebagai buah atep (buah atap) atau kolang-kaling.

Produk lain dari Kawung atau Enau ini

Sebagaimana nipah dan rumbia, daun pohon enau juga biasa digunakan sebagai bahan atap rumah rakyat. Pucuk daunnya yang masih kuncup (janur) juga dipergunakan sebagai daun rokok, yang dikenal pasar sebagai daun kawung. Lembar-lembar daunnya di Jawa Barat biasa digunakan sebagai pembungkus barang dagangan, misalnya gula aren atau buah durian. Lembar-lembar daun ini pun kerap dipintal menjadi tali, sementara dari lidinya dihasilkan barang anyaman sederhana dan sapu lidi.

Seperti halnya daun, ijuk dari pohon enau pun dipintal menjadi tali. Meski agak kaku, tali ijuk ini cukup kuat, awet dan tahan digunakan di air laut. Ijuk dapat pula digunakan sebagai bahan atap rumah, pembuat sikat dan sapu ijuk. Dari pelepah dan tangkai daunnya, setelah diolah, dihasilkan serat yang kuat dan tahan lama untuk dijadikan benang, tali pancing dan senar gitar Batak.

Batangnya mengayu di sebelah luar dan agak lunak berserabut di bagian dalam atau empulurnya. Kayunya yang keras ini dipergunakan sebagai papan, kasau atau dibuat menjadi tongkat. Empulur atau gumbarnya dapat ditumbuk dan diolah untuk menghasilkan sagu, meski kualitasnya masih kalah oleh sagu rumbia. Batang yang dibelah memanjang dan dibuang empulurnya digunakan sebagai talang atau saluran air.

Dari akar dihasilkan serat untuk bahan anyaman, tali pancing atau cambuk.

Khasiat pohon aren untuk perawatan kecantikan dan kesehatan

Kita mungkin sering terlupa dengan keberadaan berjuta tumbuhan tropis sebagai aset yang dapat dimanfaatkan untuk hajat hidup manusia. Salah satunya ialah kemanfaatan pohon aren dalam menjaga kesehatan dan perawatan kulit. Nira aren dapat dijadikan bahan obat-obatan tradisional, misalnya untuk haid yang tidak teratur, sembelit, sariawan, radang paru-paru, disentri, kepala pusing, dan untuk memulihkan keletihan. Gula aren (palm sugar) juga berkhasiat untuk menghambat penyerapan kolesterol oleh tubuh karena memiliki kandungan kalori dan serat yang tinggi, sehingga baik untuk pencernaan. Berdasarkan penelitian, cuka dari tuak aren juga biasa dijadikan bahan ramuan biopestisida pembasmi serangga hama di huma/ladang (Iskandar dan Iskandar: 2005). Selain itu, akar muda pohon aren biasa digunakan untuk obat kencing batu ginjal, dan akar tuanya untuk bahan obat sakit gigi.
Berkaca kepada tradisi perawatan masa lampau tidak ada salahnya, toch banyak manfaat yang bisa didapat. Kondisi cuaca sering tak bersahabat dengan kulit dan ketahanan tubuh kita merupakani salah satu faktor yang patut kita antisipasi meskipun dengan cara dan bahan tradisional yang terlihat sederhana. Tangkai daun atau pelepah aren yang dibakar (sarerang kawung) biasa digunakan untuk bahan kosmetik tradisional, yaitu untuk menghaluskan kulit, menghilangkan jerawat, mengobati penyakit cacar, dan luka bakar. Hasil pembakaran pelepah aren berupa abu berwarna keputih-putihan itulah yang dinamakan sarerang kawung. Biasa digunakan sebagai pupur (bedak). Para wanita Sunda zaman dulu konon menggunakan sarerang kawung sebagai bedak sehari-hari agar kulitnya tetap halus dan bercahaya. Untuk penyakit cacar atau jerawat, bisa menggunakan sarerang kawung sebagai bedak setiap menjelang tidur atau pagi hari. Insya Allah, selain menghilangkan rasa gatal juga bisa menipiskan noda/flek dan menghaluskan kulit.
Pohon penghasil air manis ini ternyata multiguna, dari akar hingga buahnya memberikan manfaat yang beragam bagi kehidupan manusia. Satu hal yang patut diperhatikan ialah kelestariannya karena hingga saat ini masih sulit dilakukan pembudidayaan, terutama di daerah pedesaan. Keberadaan dan kelangsungan hidup para musanglah yang membuat pohon aren ini masih ada di beberapa tempat. Semoga pembudidayaan yang sedang digalakkan menjadi cara efektif untuk kelangsungan hidup pohon serbaguna ini.                                                                                        

Cara Penamaman

Pohon enau mudah tumbuh. Memiliki asal-usul dari wilayah Asia tropis, enau diketahui menyebar alami mulai dari India timur di sebelah barat, hingga sejauh Malaysia, Indonesia, dan Filipina di sebelah timur. Di Indonesia, enau tumbuh liar atau ditanam, sampai ketinggian 1.400 m dpl..  Biasanya banyak tumbuh di lereng-lereng atau tebing sungai.

Meskipun getahnya amat gatal, buah enau yang masak banyak disukai hewan. Musang luwak diketahui sebagai salah satu hewan yang menyukai buah enau ini, dan secara tidak langsung berfungsi sebagai hewan pemencar biji enau. Di Bangka, pada masa lalu orang-orang Tionghoa memasang perangkap di bawah pohon enau yang tengah berbuah, untuk menangkap rombongan babi hutan yang berpesta buah enau yang berjatuhan. 

Perbanyakan

Enau atau aren dapat dikembang biakkan secara generatif yaitu melalui bijinya. Agar diperoleh keturunan yang baik, benih sebaiknya diambil dari pohon induk yang memiliki kriteria sebagai berikut :

Batang pohon harus besar dengan pelepah daun merunduk dan rimbun. Sampai saat ini dikenal dua macam tanaman aren yaitu Aren Genjah yang memiliki batang agak kecil dan pendek dengan produksi nira antara 10–15 liter/tandan/hari, dan Aren Dalam yang memiliki batang besar dan tinggi dengan produksi nira 20–30 liter/tandan/hari. Untuk kepentingan produksi nira dan turunannya, dianjurkan untuk menggunakan varietas Dalam sebagai pohon induknya.

Pohon terpilih harus memiliki produktivitas yang tinggi. Perlu diketahui bahwa tidak semua pohon aren dan tidak semua mayang (tandan bunga) jantan yang keluar (9 – 11 mayang) menghasilkan nira. Hal ini sangat dipengaruh oleh proses fisiologi tanaman. Calon pohon induk perlu diperiksa produktivitasnya dengan menyadap nira dari mayang jantan pertama atau kedua; jika hasilnya banyak maka pohon itu pantas dijadikan pohon induk. Kemudian pohon induk ini tidak lagi disadap niranya, agar kualitas benih yang dihasilkan tetap baik.

Selanjutnya tahapan penyediaan bibit tanaman aren adalah sebagai berikut:

1. Pengumpulan buah

Buah yang digunakan sebagai sumber benih harus matang, sehat yang ditandai dengan kulit buah yang berwarna kuning kecoklatan, tidak terserang hama dan penyakit dengan diameter buah ± 4 cm. Sebaiknya buah yang diambil adalah yang terletak di bagian luar rakila. Buah aren ini dapat disimpan selama 2 minggu pada karung plastik atau dus untuk memudahkan pemisahan biji (benih) dari kulit.

2. Pengambilan biji dari buah

Pengambilan biji dari dalam buah aren harus menggunakan sarung tangan karena buah aren mengandung asam oksalat yang akan menimbulkan rasa gatal apabila kena kulit. Cara lain, yaitu dengan memeram buah-buah aren yang telah dikumpulkan sampai kulit buah menjadi busuk sehingga biji terpisah dengan sendirinya dari daging buah. Dengan cara ini, biji dapat diambil dengan mudah dan kulit buah aren tidak gatal lagi.

Anakan (semai) pohon aren

3. Perkecambahan

Benih disemaikan dalam tempat persemaian dengan media campuran pasir dan serbuk gergaji dengan perbandingan 2:1. Untuk mempercepat perkecambahan, tempurung biji dapat digosok dengan kertas pasir (ampelas) di bagian punggungnya, tempat keluar apokol, selebar kira-kira 3 mm kemudian biji direndam dalam air agar air meresap ke dalam endosperm sampai jenuh, lalu disemaikan. Benih disiram setiap hari untuk mempertahankan kelembaban yang tinggi sekitar 80%.

4. Pembibitan

Semai aren yaitu setelah terbentuk apokol yang telah mencapai panjang 3 – 5 cm dipindahkan ke tempat pembibitan atau ke dalam kantong plastik (polibag) yang berdiameter 25 cm, yang telah diisi ¾ bagiannya dengan tanah-tanah lapisan atas yang dicampur dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1:2. Bibit-bibit yang telah dipindahkan ini memerlukan penyiraman dan naungan agar terhindar dari cahaya matahari secara langsung. Bibit aren dapat dipindahkan (ditanam) ke lapangan setelah berumur 6-8 bulan sejak daun pertama terbentuk.

Paguyuban Peduli Pembangunan Sumedang (P3S) P3S Ngageroh Potensi Tatanen Buhun Kawung

Paguyuban Peduli Pembangunan Sumedang (P3S) ngembangkeun Tatanen Kapolaga

Kapulaga atau di sebut juga Amomum cardamomum selama ini dikenal sebagai rempah untuk masakan dan juga lebih banyak digunakan untuk campuran jamu. Di beberapa daerah kapulaga dikenal dengan nama kapol, palago, karkolaka, dan lain-lain.

Kapulaga banyak sekali manfaatnya termasuk juga bagi kesehatan!

Nama asing kapulaga adalah pai thou kou (bahasa Tionghoa). Orang Yunani menyebut buah itu cardamomom yang kemudian dilatinkan oleh orang Romawi menjadi cardamomum. Dalam bahasa Inggris disebut cardamom. Dalam bahasa Thai disebut krava, elaichi dalam bahasa Hindi, dan elakkaai dalam bahasa Tamil.
Budidaya Kapulaga

Semula ditemukan tumbuh alamiah di daerah Pegunungan Malabar, pantai barat India. Karena laku di pasar dunia, kemudian banyak ditanam di Sri Lanka, Thailand, dan Guatemala. Di Indonesia mulai dibudidayakan sejak 1986.

Dalam perdagangan kemudian ditawarkan juga varietas kapulaga lain dari pegunungan tinggi Mysore (India) yang buah lonjongnya lebih membulat, dan lebih disukai karena lebih sedap. Berbeda dengan kapulaga Malabar yang tandan bunganya merayap, tandan bunga kapulaga Mysore tumbuh tegak. Dari Sri Lanka ditawarkan Elettaria cadamomum var. major sebagai Ceylon cardamom. Buahnya lebih lebar dan pipih daripada kapulaga Malabar, E. cardamomum var. minor. Dari Thailand, kemudian juga ditawarkan Siamese cardamom yang masih sejenis dengan kapulaga Indonesia , Amomum cardamomum.

Bentuk fisik Kapulaga

bentuk fisik kapulagaTumbuhan kapulaga tergolong dalam herba dan membentuk rumpun, sosoknya seperti tumbuhan jahe, dan dapat mencapai ketinggian 2-3 meter dan tumbuh di hutan-hutan yang masih lebat. Kapulaga hidup subur di ketinggian 200-1.000 meter di atas permukaan laut.

Awalnya memang hidup liar, namun kini kapulaga dibudidayakan sebagai tanaman rempah. Tumbuhan berbatang basah ini memiliki batang berpelepah daun yang membalut batangnya. Letak daunnya berseling-seling. Bunga tumbuhan ini tersusun dalam tandan yang keluar dari rimpangnya. Buahnya berbentuk bula telur, berbulu, dan berwarna kuning kelabu. Buahnya berkumpul dalam tandan kecil dan pendek. Bila masak, buahnya akan pecah dan membelah berdasarkan ruang-ruangnya. Di dalamnya terdapat biji yang berbentuk bulat telur memanjang.

Buah Kapulaga

Kapulaga berbuah pada umur 3 tahun. Buah kapulaga muncul dari batang semu dekat tanah, dan merayap bersama tandannya yang sepanjang 1 m, ke tanah sekitarnya. Supaya tidak kotor kecipratan tanah kalau hujan, petani pemiliknya menyelipkan lembaran plastik sebagai alas di bawah tandan buah itu.

Buah lonjong sepanjang 1 cm yang bersisi tiga itu dipetik kalau sudah montok, padat berisi, setengah matang. Warna hijaunya sudah berubah hijau muda. Tadinya hijau tua. Ketika berubah warna itulah baunya sedap sesedap-sedapnya.

Di India, buah yang sudah dikeringkan, disortir menurut ukuran dan warnanya. Yang sudah kuning jerami cantik, dikemas sebagai buah siap jual, sedangkan yang belum dipucatkan dulu dengan uap belerang. Penjagaan mutu inilah yang membuat India menjadi pengekspor kapulaga yang digemari orang.

Buah yang sudah kering menjadi keriput, bergaris-garis, berisi 4 – 7 butir biji kecil coklat kemerah-merahan. Rasanya agak pedas seperti jahe, tetapi baunya tidak.

Aroma Kapulaga

Kapulaga memiliki aroma bau sedap sehingga orang Inggris menyanjungnya sebagai grains of paradise. Aroma sedap ini berasal dari kandungan minyak atsiri pada kapulaga. Minyak atsiri ini mengandung lima zat utama, yaitu borneol (suatu terpena) yang berbau kamper seperti yang tercium dalam getah pohon kamper
alfa-terpinilasetat yang harum seperti bau jeruk pettigrain limonen yang juga harum seperti bau jeruk keprok
alfa terpinen yang harum seperti jeruk sitrun cineol yang sedap agak pedas menghangatkan seperti minyak kayu putih.

Kombinasi inilah yang membentuk aroma khas kapulaga.

Khasiat Kapulaga

Biji, yang diambil dari tumbuhan sebelum buah masak benar, dapat dimanfaatkan sebagai obat. Dalam dunia obat-obatan biji yang telah dikeringkan dinamakan semen cardamomi. Selain bijinya, yang digunakan untuk obat adalah bagian akar, buah, dan batangnya. Kapulaga mengandung minyak atsiri, sineol, terpineol, borneol, protein, gula, lemak, silikat, betakamfer, sebinena, mirkena, mirtenal, karvona, terpinil asetat, dan kersik. Dari kandungan tersebut kapulaga memiliki khasiat sebagai obat batuk. Kapulaga juga memiliki khasiat untuk mencegah keropos tulang.

Beberapa pabrik bumbu juga mengekstrakkan minyak asiri dari biji kapulaga menjadi oil of cardamom yang kemudian dikemas dalam botol. Dalam bentuk minyak ini pula, kapulaga dipakai untuk menyedapkan soft drink dan es krim Amerika di pabriknya.

Ada juga artikel Kapulaga di bawah yang bisa anda jadikan tambahan:

Sifat dan aromanya khas. Karenanya kapulaga sering dimanfaatkan sebagai penyedap masakan. Tak jarang, tanaman semak ini digunakan untuk ramuan pereda gangguan tenggorokan. Kandungan minyak atsirinya bermanfaat sebagai pengencer dahak atau ekspektoran.

Sudah hampir dua minggu, Sani (33 tahun), merasa judek diganggu sakit tenggorokan yang tak kunjung sembuh. Padahal sudah berulang kaii diobati dengan antibiotika. Selama sakit tenggorokan, badannya jadi kerap masuk angin. Minum air es sedikit saja kontan pilek dan tidak enak badan.

Setelah berganti dokter ia disarankan tidak mengosumsi obat antibiotik lagi tetapi cukup minum teh kapulaga yang harganya jauh lebih murah. Awalnya bapak dua anak ini tak yakin ketika membeli serutan batang kapulaga kering di toko obat tradisional, meski tetap meneruskan membuat ramuan.

Caranya, ia mengambil dua sendok teh serutan batang kapulaga yang telah ditumbuk dan dikeringkan. Ekstrak kapulaga itu direbus dan disaring, lalu diminum seperti halnya minum teh, boleh ditambahkan sedikit gula agar terasa manis.

Hasilnya memang tidak langsung terasa. Namun, efeknya ternyata justru luar biasa. Setelah rutin minum teh serutan batang kapulaga, lendir yang mengotori tenggorokan itu akhirnya keluar semua.

Di kalangan penggemar herbal, kapulaga terkenal sebagai ekspektoran. Beberapa penelitian mengungkapkan khasiat ekspektoran itu ternyata berasal dari kandungan minyak atsiri sineol, si karminatif yang juga bekerja pada obat masuk angin. Sineol yang serupa tetapi tak sama dengan eukaliptol kayu putih ini lebih pedas, tetapi sejuk saat ditelan. Biasa dipakai untuk membuat peppermint palsu.

Diungkapkan Susanto, pengembang tanaman kapulaga di Cinere, selain dibuat ramuan pengencer dahak, serutan batang kapulaga yang telah dikeringkan dapat dimanfaatkan sebagai minuman. Minuman kapulaga ini dapat ditemui di sebuah restoran Arab di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Dalam budaya masyarakat Badui, minuman kapulaga dimanfaatkan untuk penghangat sekaligus pendongkrak daya tahan tubuh.

Obat Luar dan Dalam

Selama ini kapulaga secara massal digunakan sebagai campuran jamu. Di beberapa daerah, kapulaga dikenal dengan nama kapoi-kapulaga lokal, palago, karkolaka.

Secara fisik kapulaga tergolong dalam herba yang dapat mencapai ketinggian 2-3 meter dan tumbuh di hutan lebat. Kapulaga hidup subur di ketinggian 200-1.000 meter di atas permukaan laut. Awalnya memang hidup liar sebagai tanaman semak, tetapi kini kapulaga dibudidayakan sebagai tanaman rempah.

Selain batangnya, biji kapulaga yang diambil dari tumbuhan sebelum buah masak benar sering dimanfaatkan sebagai bahan baku ramuan. Biji kapulaga yang telah kering sering disebut semen cardamomi. Baglan lain yang digunakan untuk ramuan adalah akar dan buah.

Kandungan kimia dalam kapulaga di antaranya minyak atsiri, sineol, terpineol, borneol, protein gula, dan sedikit lemak. Dari kandungan tersebut kapulaga memiliki khasiat ekspektoran, peluruh kentut (antimasuk angin), dan antibatuk.

Ada dua cara untuk memperoleh khasiat kapulaga. Untuk pengobatan luar, dengan merebus atau menghaluskan semua bagian tumbuhan ini, lalu airnya atau adonan halusnya dibalurkan ke bagian yang sakit. Untuk pengobatan dalam, biji kapulaga ditumbuk lalu direbus dan air saringannya diminum.

Dijelaskan Susanto, untuk pengobatan luar kapulaga bisa dijadikan bahan baku cairan untuk mengatasi bau mulut (air rebusan campuran bunga kapulaga dan bahan lain untuk berkumur) dan batuk rejan (adonan halus campuran bahan dioleskan pada dada dan leher).

Sebaliknya, untuk pengobatan dalam kapulaga dapat mengatasi gangguan tenggorokan, kembung, kejang perut, sakit perut, masuk angin, bau mulut (air rebusan bahan-bahan diminum), muntah, radang lambung (maag), dan demam.

Pengharum Mulut

Sebagai anggota suku jahe-jahean, tanaman bernama Latin Elettariaa cardamomum ini semula ditemukan tumbuh alamiah di Pegunungan Malabar, di Pantai Barat India. Karena laku di pasar dunia, ia pun dikembangkan di Sri Lanka, Thailand, dan Guatemala.

Di Indonesia tanaman ini dikembangkan sejak lama, terutama di daerah Jawa dan Sumatera. Biji kapulaga lokal dipercaya mengandung minyak atsiri, bahkan lebih harum, sehingga dulu sering dijadikan mut-mutan untuk pengharum mulut. Sayangnya, sejak dunia kebanjiran beragam permen penghilang bau mulut, kapulaga lokal tidak dipakai lagi karena dianggap kurang praktis.

Ada dua jenis kapulaga, yakni kapulaga India dan kapulaga lokal yang disebut kapoi. Dalam buku resmi jahe-jahean, kapoi masih tetap ditulis resmi kapulaga (kadang diberi embel-embel “lokal”). Sementara kapulaga keturunan India ditulis kapulaga sabrang.

Sebelum digunakan, buah kapulaga sengaja tidak dikupas. Jika hendak dipakai, buah sebanyak satu sendok makan ditumbuk ringan dalam lumpang porselen kecil, agar terlepas dari kulit buahnya. Biji pecah kulit ini kemudian diayak untuk dibuang kulitnya. Bijinya ditumbuk lebih lanjut sampai halus atau setengah kasar sesuai keperluan. Inilah yang dibubuhkan pada masakan atau dibuat ramuan. Menumbuknya sebaiknya sebagian-sebagian, beberapa saat sebelum dipakai, sehingga kesegarannva masih terasa benar.

Susanto menyarankan, kapulaga harus disimpan berupa buah yang masih ada kulitnya yang utuh. Kulit ini dapat melindungi biji terhadap udara kering dan panas, sekaligus menjaga bau sedapnya tidak cepat hilang. Bila ingin memanfaatkan batangnya, sebaiknya pilih yang masih muda dan segar.

Menurut sejarahnya, kapulaga lebih dikenal sebagai penyedap masakan. Kandungan minyak atsirinya juga yang membuat baunya jadi sedap saat dicampur ke masakan. Sampai sekarang, tumbukan bijinya dipakai untuk menyedapkan masakan kari India, nasi goreng versi Belanda, dan martabak telur asal Malabar.

Di Indonesia, selain untuk beragam ramuan, kapulaga sering digunakan untuk campuran sup buntut dan daging olahan.

Cara Penamanan Kapolaga

Sebenarnya dalam hal ini tidak begitu sulit dan tidak perlu keahlian yang khusus, cara penanaman kapolaga cukup mudah. Tapi sebelumnya sediakan dulu ajir dari bambu ukurannya kira2 sebesar jari telunjuk dan panjangnya 1m dan tali plastik dipotong2 menjadi 25cm. Untuk bibit nya saya sarankan 2-3batang/lobang tanam supaya rumpun cepat besar dan bisa cepat produksi.

Cara penanamannya :

1. Buat lobang tanam 40cm x 40cm dengan kedalaman 20cm (jarak tanam yang dianjurkan 2m x 2m),
2. Setelah lobang tanam siap, tancapkan ajir di tengah2 lobang sedalam mungkin supaya bisa menahan bibit,
3. Masukan bibit 3batang, dengan cara penanaman dibentuk segi tiga dan untuk panjang sisinya 10-20cm. Usahakan ajir ada ditengah. Kemudian ikat 3batang bibit tersebut menjadi satu pada ajir, setelah itu masukan tanah topsoil/kubur dengan kedalaman 3-5cm dari ujung bibit paling bawah, disarankan jangan dipadatkan tanah topsoil tersebut supaya bibit bisa cepat berkembang.

Pada intinya itu saja untuk cara penanaman kapolaga yang penting perlu diketahui kapolaga akan lambat pertumbuhannya apabila tanah nya padat jadi diusahakan harus gembur. Lebih bagus diolah dulu tanahnya menggunakan cangkul/garpu, supaya akar2nya cepat menyebar. Dan perlu diketahui juga bahwa kapolaga tidak begitu memerlukan air, tapi yang diperlukan mereka adalah peneduh atau naungan sebanyak 70% dan hanya memerlukan cahaya matahari sebanyak 30%. Pada teorinya banyak hal2 yang belum diketahui oleh banyak orang tapi saya katakan budidaya kapolaga tidak sesulit apa yang di bicarakan jadi lebih baik kita memulai saja, pada prakteknya akan lebih gampang.

Paguyuban Peduli Pembangunan Sumedang (P3S) ngembangkeun Tatanen Kapolaga

Sosialisasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RTRW Kota Cimahi Tahun 2011-2031

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Cimahi Ir Didi Ahmadi Djamhir MT, dalam rangka sosialisasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RTRW Kota Cimahi tahun 2011-2031 di kantor pemerintahan kota cimahi mengatakan bahwa latar belakang Kajian Lingkungan Hidup Strategis yaitu dampak yang signifikan dalam pembangunan terkait perubahan status lingkungan kota dan tatanan sosial budaya masyarakat, pemerintah daerah wajib menyusun Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) menurut UU RI No 32 tahun 2009.

Tujuan penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis adalah mensinergiskan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam pembangunan kota cimahi dan menjadikan prinsip-prinsip ini sebagai landasan penyusunan rencana, kebijakan, dan program yang tertuang dalam RTRW Kota Cimahi. Yang mana metode penyusunannya ada beberapa metode seperti metode Cepat (Quick Appraisal), metode Semi Detil , metode Detil.

Penyusunan KLHs RTRW Kota Cimahi menggunakan metode cepat dengan pertimbangan berdasarkan pada menteri Lingkungan Hidup dan Mendagri tentang pelaksanaan KLHs RTRW lalu penyusunan klhs ini sangat mendesak karena RTRW sedang dalam proses penyusunan dan belum ada juknis yang jelas penyusunan KLHs, sedangkan ruang lingkupnya meliputi :

Mengindentifikasi isu-isu dan permasalahan lingkungan hidup strategis yang diperkirakan akan saling berpengaruh terhadap kebijakan, rencana dan program yang disusun ;
- Mengkaji pengaruh kebijakan, rencana, dan/atau program terhadap kondisi lingkungan hidup;
- Merumuskan alternatif penyempurnaan kebijakan, rencana, dan/atau program  dan
- Merekomendasikan perbaikan untuk pengambilan keputusan kebijakan, rencana, dan atau program yang  mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Mengingat isu-isu permasalahan lingkungan hidup strategis di Kota Cimahi yaitu antara lain :

1. Isu Lingkungan Air
- Menurunnya kualitas air sungai sebagai akibat tekanan dari aktifitas pembuangan limbah domestik dan industri.
- Masih minimnya pelayanan air bersih oleh PDAM sementara tingkat kebutuhan akan air bersih setiap tahun terus meningkat.
- Kualitas air tanah masih belum terjamin dan masih bergantung pada kondisi lingkungan di sekitarnya.
Penanganan penyakit menular bawaan air (water borne disease) di masyarakat

2. Isu Lingkungan Tanah
- Alih fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi industri atau permukiman.
- Kerusakan kualitas tanah akibat alih fungsi lahan.

3. Isu Udara
-  Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)
-  Menurunnya kualitas udara ambien
-  Tingginya jumlah kendaraan pribadi
-  Penanganan penyakit menular di masyarakat seperti ISPA (infeksi saluran pernafasan akut)

4. Isu Pertambahan Penduduk
-  Tingginya angka pertumbuhan penduduk hingga mencapai 4% (tahun 2009-2010).
-  Tingginya angka kelahiran dan migrasi penduduk.

Secara keseluruhan, kebijakan yang tertuang dalam Raperda RTRW Kota Cimahi ini memiliki dampak yang positif terhadap kualitas lingkungan. Namun masih terdapat kebijakan yang memiliki dampak negatif yang cukup signifikan  terhadap kualitas lingkungan di wilayah Kota Cimahi. Dampak yang dirasakan negatif terhadap Lingkungan diantaranya :

- Pengendalian kawasan industri beserta lahan-lahan tidur disekitarnya agar tercapai efisiensi penggunaan lahan dan mendorong pembangunan hunian pekerja industri dan kelengkapannya.
- Rencana pengembangan jaringan jalan, angkutan massal, terminal, dan Pool Travel (Transfer Point).
- Rencana penetapan kawasan strategis di wilayah Kota Cimahi berdasarkan berbagai sudut kepentingan.
- Pengembangan kawasan strategis baru di Baros.
- Memperkuat perkembangan pusat kota lama di kawasan sekitar alun-alun sebagai CBD.

Rencana penetapan kawasan strategis di wilayah Kota Cimahi berdasarkan berbagai sudut kepentingan (Ekonomi, Sosial dan Budaya, Lingkungan, dan Pertahanan dan Keamanan). Untuk dapat meminimisasi, mengendalikan, dan mencegah dampak yang ditimbulkan sebagai akibat dari kebijakan ini antara lain :
- Diperlukan penyediaan sarana dan prasarana persampahan yang memadai di kawasan strategis ekonomi dan sosial-budaya untuk mencegah pencemaran lingkungan akibat persampahan.
- Mengawasi pelaksanaan dan penerapan kebijakan K-3 (ketertiban, kebersihan, dan keamanan) untuk mengendalikan dampak ketidakteraturan kegiatan ekonomi.
- Merencanakan upaya pengelolaan air limbah domestik di kawasan strategis.
- Membangun ruang terbuka hijau untuk mengendalikan dampak pencemaran udara.
- Menata fasilitas reklame untuk mencegah polusi visual.

Pengembangan kawasan strategis baru akan dilaksanakan di daerah Baros, untuk dapat meminimisasi, mengendalikan, dan mencegah dampak yang ditimbulkan sebagai akibat dari kebijakan ini antara lain :

- Membangun ruang terbuka hijau sebagai area resapan air dan upaya pengendalian dampak pencemaran udara.
- Penyediaan sarana dan prasarana persampahan untuk menghindari pencemaran lingkungan akibat sampah.
- Pengendalian sarana transportasi baik kendaraan umum maupun pribadi untuk menghindari kemacetan.
- Menata fasilitas reklame untuk mencegah polusi visual.

Didalam kajian lingkungan hidup strategis kota cimahi dengan rekomendasi mengenai :

1. Sumber Daya Air
Pemanfaatan sumber air baku sebagai sumber air minum dengan memperhatikan kualitas air minum sesuai baku mutu yang ditetapkan. Perlindungan terhadap daerah/kawasan resapan air untuk menjaga ketersediaan air baik untuk air permukaan maupun air tanah. Perlindungan terhadap sumber air baku  sebagai sumber air minum sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan. Mengembangkan dan menggalakan pengelolaan air limbah domestik dengan metode sistem on-site pada setiap rumah tangga.

2. Pengelolaan Air Limbah
Merencanakan pengelolaan air limbah domestik dengan menggunakan sistem off  site sebagai alternatif keterbatasan lahan. Meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan dan pembuangan limbah industri , rumah sakit dan limbah B3 sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan guna meminimalisir dampak lingkungan.

3. Pengelolaan Persampahan
Merencanakan sistem Sanitary Landfill sebagai alternatif pengelolaan sampah berbasis lingkungan di Kota Cimahi. Menggalakan kampanye secara berkala dan melaksanakan pengelolaan sampah secara 3R (Reduce, Recycle, Reuse) pada setiap kegiatan dan/atau usaha.

4. Pengelolaan Kualitas Udara
Merencanakan dan mengembangkan pembangunan ruang terbuka hijau dibeberapa titik kota yang terindikasi mengalami pencemaran udara ambien yang cukup signifikan. Penanamaan pohon disekitar ruas jalan raya sebagai upaya pemulihan kualitas udara.

5. Pengelolaan Drainase
Pengembangan dan pemeliharaan saluran drainase eksisting. Pembuatan sumur resapan dibeberapa titik saluran drainase sebagai upaya mewujudkan sistem drainase yang berwawasan lingkungan.

6. Pengelolaan Sarana Transportasi
Merencanakan kawasan tertib lingkungan dibeberapa ruas jalan sebagai upaya mengurangi  dampak negatif  lingkungan akibat kegiatan transportasi. Penanaman pohon disekitar ruas jalan raya sebagai upaya penyerapan karbondioksida berlebih dari kegiatan transportasi.

Ir. H. Didi Ahmadi Djamhir, MT Putera Pituin Sumedang dari Sindangraja

Ir. H. Didi Ahmadi Djamhir, MT putera pituin Sumedang dari Sindangraja adalah sosok birokrat, inovator sosial yang humanis dan aktif mengembangkan daerah baru.

Sebagai Birokrat Perintis Pembangun Kota Baru adalah merek utama Didi Djamhir. Terinspirasi  jejak sejarah putera-putera terbaik Sumedang yang jadi  perintis di luar daerah sejak dulu seperti Martanegara (kota Bandung) dan Ali Sadikin (Jakarta).

Selepas dari  ITB 1985 pada 5 tahun awal  bekerja di Konsultan Jakarta, lalu diangkat PNS Kementerian PU sejak 22 tahun lalu, tapi kemudian 8 tahun diminta merintis pembangunan Kota Otonom Baru Tangerang sejak berdiri 1994 dan berhasil meletakan landasan urban design Tangerang dengan promenade pinggir kali Cisadane. Juga konsep joint planning dan joint development jadi resep jitu merekatkan para pengembang besar dan upaya patungan-swasta untuk prasana dasar saluran, exit ramp tol dan jembatan, serta land sharing Tanah Kementerian Kehakiman untuk Mesjid Raya dan Pusat Pemerintahan.

Pemekaran Banten-Jabar menyebabkan Didi memilih Jawa Barat dan berkiprah menghadapi tantangan anyar membangun Kota Otonom Baru Cimahi sejak 9 tahun lalu, 3,5 tahun terakhir sebagai Kepala  BAPPEDA. Bersama-sama merubah kota Tangsi Militer penuh kaki-lima menjadi kota layak huni yang mandiri. Kini kedua kota yakni TANGERANG dan CIMAHI telah maju dan sarat prestasi atas kinerjanya. Didi Ahmadi trenyuh melihat fakta bahwa sekecil-kecilnya APBD Cimahi, tapi belanja langsung untuk operasi pelayanan publik telah melampaui APBD Sumedang, padahal Cimahi tersebar hanya 15 kelurahan dengan luasan yang hanya 4025 ha sedangkan Sumedang 279 desa. Padahal sebagai putera daerah sadar betul tentang potensi agrobisnis Kabupaten Sumedang?

Kiprah Inovator Sosial dimulai sebagai ketua Gerakan Desa Inovasi IA-ITB '81 sejak 2003 telah berhasil menanamkan kegiatan produktif berupa Gerakan Cinta Lingkungan Hidup dan Inovasi Peternakan Sapi di Guntur Mekar Sumedang dengan penanaman hutan rakyat dan rempah Kapolaga tidak kurang dari 1000 Ha penghijauan di kaki Leuweung Batu Karut-Cibungur-Pasirleuit dan lebih dari 150 ekor sapi unggul di sekitarnya, serta mulai menerapkan Biogas. Untuk menambah dukungan sempat Didi mendatangkan 2 bus Alumni ITB ke Desa agar menarik empati mereka. Atas jasanya Didi termasuk dalam barisan Inovator Pencerah Nusantara dari Kantor Wakil Presiden yang menyokong penyelenggaraan MDG's.

Sebagai Ketua Komite Inovasi Daerah/Ka.Bappeda Cimahi juga berperan mengangkat perbaikan kelompok pedagang kecil Kota Cimahi dengan Design & Packaging House dan pengembangan Forum Industri Kreatif Cimahi dengan andalan Film dan Animasi yang difasilitasi dengan membangun  bangunan 6 lantai Baros IT dan Creatives milik Pemkot Cimahi di atas Land Sharing hibah Pengembang. Mungkin baru gedung ini yang memiliki Render-Farm sarana IT untuk membuat Animasi.  Kini Cimahi telah masuk sebagai bagian dari jejaring kota-kota kreatif  nasional dan punya akses internasional.

Di bidang pendidikan dasar dan menengah terpicu kesadarannya akan penurunan kualitas penguasaan sain di daerah, Didi pernah menghadirkan sohibnya Prof. Kunjaya dari ITB Presiden olimpiade Astronomi Dunia untuk mengajarkan Matematika Gasing ke hadapan guru-guru SD se Sumedang agar nilai ujian akhir nasional (UAN) anak daerah bisa sempurna. Begitu juga untuk membantu keterjangkauan pembiayaan murid cerdas yang kurang beruntung, teman-teman Alumni ITB '81 membagikan 25 beasiswa kepada murid SD hingga SMA-SMK se Sumedang.

Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Wilayah Jawa Barat, sejak 2007 aktif mengembangkan "Model perencanaan peremajaan kampung kota dari Horisontal mengarah ke Vertikal " sehingga dijadikan Standar Konsep Standar Nasional Indonesia (SK-SNI).

Rasa empati sosial-produktif Didi tidak berhenti dalam tataran teknis dan sosial saja tapi juga menembus kemanusiaan yang lebih luas dengan dikukuhkannya sebagai Wakil Ketua Pembela Kesatuan Tanah Air (PEKAT) Indonesia Bersatu Provinsi Jawa Barat sejak 2012.

Meski gayanya sederhana tidak 'Jaim' dan nyunda namun achievement Didi luar biasa terutama kemampuan intelektual, pengalaman dan jejaring, serta akses triple helix ke Dunia Kampus karena ada sobatnya yang profesor beken, Pemerintah Pusat Jakarta karena sobat seperjuangannya pun ada yang sudah jadi pejabat tinggi yang dulu teman  komunitas awalnya, serta kalangan pengusaha Swasta Nasional Strategis di Jakarta pada saat ini juga ada sohib-sohib sependeritaan saat  meniti awal karir swasta dulu  dengan berbekal panggilan akrab  'si-Akang' juragan tanah cukup dikenal di kalangan pengurus aktif IA-ITB Pusat maupun Alumni Sumedang yang sukses berkiprah di Bandung dan Jakarta.

Kini Didi Djamhir hidup tenang bersama isterinya Dra. Siti Kulsum seorang Filolog dan penggiat pertanian lulusan Unpad dan dikaruniai 4 putera-puteri, Puteri sulung meneruskan jejak ayahnya kuliah di Arsitektur UNPAR, dua puteri lainnnya di SMP 2 Bandung, dan si bungsu masih di SD.

Sejak Lulus SMA, Didi tidak lagi ber KTP Sumedang. Upaya untuk kembali membangun kampungnya  difasilitasi rekan-rekan "ALUMNI SUMEDANG" yang sebagian besar di luar Sumedang tergabung dalam Paguyuban Peduli Pembangunan Sumedang (P3S) mendorong Didi yang baru menginjak usia 50 tahun dan hatam eselon 2, juga masih segar.. dan matang untuk itikad jadi  "DALEM SUMEDANG"  Sungguh nawaetu yang sangat wajar dan mulia mengambil kesempatan buat beribadah dan berbakti. untuk SUMEDANG. Alhamdulillah bissowab.(dedie)

Penayangan bulan lalu

Recent Posts