Perencanaan Kota/Desa, Pertanian, Industri Kreatif, Hukum

Dr.Ir. Mubiar Purwasasmita, Msc : Desa Inovasi Perlu Khas Lokal

Pengembangan inovasi ekonomi desa harus mengedepankan ciri khas lokal dan berdasarkan pada kebutuhan masyarakat. Hal ini bertujuan agar proses inovasi yang dilakukan itu mampu diterima dan diaplikasi dengan mudah oleh warga setempat. ”Kekuatan utama yang harus ditekankan adalah ciri khas lokal yang tidak akan pernah ditemukan sama di daerah lain,” kata pakar Budidaya Ruang Produksi Pertanian Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr.Ir. Mubiar Purwasasmita, M.sc dalam Forum Group Discusion bertema "Perencanaan Desa Inovasi" di Bandung.

Dr.Ir. Mubiar Purwasasmita, Msc mengatakan, ada dua hal penting yang tidak boleh dilupakan dalam meningkatkan kualitas desa, yaitu memahami ciri khas lokalitas dan penyediaan informasi yang benar. Dengan mengerti tentang ciri khas yang dimiliki, perguruan tinggi atau pemerintah akan lebih mudah mengimplementasikan karyanya karena masyarakat yang resisten relatif sedikit. Adapun ketersediaan informasi sangat dibutuhkan ketika masyarakat ingin mengembangkan inovasi baru yang mereka terima.


Ir. H Didi Ahmadi Djamhir, MT untuk mengembangkan "desa Inovasi" didaerah sendiri. Kiprah Inovator Sosial dimulai sebagai ketua Gerakan Desa Inovasi IA-ITB '81 sejak 2003 telah berhasil menanamkan kegiatan produktif berupa "Gerakan Cinta Lingkungan Hidup". Inovasi Peternakan Sapi di Guntur Mekar Sumedang, Penanaman hutan rakyat dan rempah Kapolaga tidak kurang dari 1000 Ha penghijauan di kaki Leuweung Batu Karut-Cibungur-Pasirleuit dan lebih dari 150 ekor sapi unggul di sekitarnya, serta mulai menerapkan Biogas. Untuk menambah dukungan sempat Didi mendatangkan 2 bus Alumni ITB ke Desa agar menarik empati mereka. Atas jasanya Didi Djamhir termasuk dalam barisan Inovator Pencerah Nusantara dari Kantor Wakil Presiden yang menyokong penyelenggaraan MDG's.

Penayangan bulan lalu

Recent Posts